Si Elok nan Langka

3

Undang-Undang Republik Indonesia tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya terdapat dalam  UU Nomor 5 Tahun 1990. Pengertian konservasi sumber daya alam hayati  berdasarkan undang-undang adalah pengelolaan sumber daya alam  hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Tujuan dari konservasi yaitu mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Semua masyarakat dan pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk melakukan konservasi sumber daya alam.

Konservasi sumber daya alam ini dapat dilakukan dengan cara melakukan perlindungan sistem penyangga kehidupan,  pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta

Ekosistemnya dan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Nuri Bayan merupakan salah satu hewan endemik yang dilindungi. Hewan ini berasal dari Maluku Utara. Kodisi geografis dari Kepulauan Maluku terletak di Wilayah Wallacea yaitu berada di sebelah timur garis Wallace dan di sebelah barat garis Mayr. Oleh karena itu flora dan fauna di Maluku tergolong ke dalam kesatuan biogeografis Wallacea. Hal ini menyebabkan flora dan fauna yang  terdapat di Maluku khas (endemik), tetapi juga mengandung unsur-unsur dari Wilayah Oriental dan Wilayah Australesia. Kondisi demikian telah menyebabkan Maluku memiliki koleksi flora dan fauna endemik yang sangat penting dan juga terutama ditinjau dari segi keanekaragaman hayatinya.  Hewan endemik dari Maluku Utara ini memiliki persebaran di daerah Nusa Tenggara, Papua Niugini, Utara Melanesia, dan diintroduksi ke Kepulauan Palau.

Karakteristik yang dimiliki Nuri Bayan yaitu berukuran 30-43 cm. Spesies jantan sebagian besar hijau; bulu ketiak dan sisinya merah. Spesies betina berwarna merah, punggung bagian bawah lembayung; penutup ekor bawah merah.  Status dan habitat tersebar luas di sekitar Kepulauan Maluku,  jenis ini juga sering ditangkap oleh masyarakat untuk diperdagangkan secara lokal. Burung yang mempunyai nama ilmiah Eclectus rotatus  ini termasuk burung dengan paruh bengkok. Burung dengan jenis paruh bengkok ini dilindungi oleh PP Nomor 7/1999.  Hal ini juga menegaskan bahwa Nuri Bayan merupakan hewan endemik yang dilindungi oleh pemerintah karena keberadaannya banyak diburu masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s